Ulasan Film Night Bus (2017)

Selain film bergenre horor, genre film thriller pun mampu membuat para penonton merinding ketakutan. Jika horor identik dengan hantu dan kisah-kisah mistis, thriller adalah genre yang menghadirkan serangkaian teror dengan banyak darah atau pertempuran di mana-mana. Film Night Bus sekilas memang terlihat seperti film horor, namun sebenarnya ini adalah film bergenre drama thriller-action buatan Indonesia yang akan rilis pada bulan ini. Kemunculan film ini sudah dinanti oleh banyak orang, pasalnya jarang sekali ada film genre thriller di layar lebar Indonesia. Nah, film inilah yang akan kami ulas, mengisahkan tentang perjalanan suatu bis malam yang berubah menjadi teror yang mencekam. Mereka hanya ingin pulang, mereka hanya ingin selamat.

Bis malam dan Konflik daerah

Sebuah bis malam melakukan perjalanan seperti biasa ke daerah bernama Sampar. Perjalanan ke Sampar adalah rute yang biasa dilalui oleh bis malam tersebut, walaupun para penumpang tahu bahwa Sampar adalah daerah konflik saat ini, mereka tidak memiliki firasat buruk apa pun swaktu berada di dalam bis. Namun perjalanan panjang selama 12 jam tersebut harus berubah menjadi sebuah perjalan yang menegangkan. Tanpa mereka sadari, salah satu Bandar togel sgp dari penumpang bis adalah orang yang sedang dicari oleh pihak yang sedang bertikai sebab orang tersebut sedang memabwa pesan rahasia. Bagi kelompok yang satu, orang itu harus hidup, sedang bagi kelompok lainnya harus mati.

Ide cerita film ini dikabarkan berdasarkan kisah nyata yang dialami oleh salah seorang pemainnya yaitu Teuku Rifnu Wikana. Kisah ini pernah dia tuangkan dalam sebuah cerpen berjudul ‘Selamat’, dari situlah naskah film Night Bus dibuat. Karena ini merupakan film thriller-action, sang sutrada sangat mampu memainkan gambar dengan banyak menampilkan adegan konflik dan tidak ragu memuncratkan banyak darah. Walaupun berdasarkan kisah nyata, ada sedikit perbedaan antara kisah asli dan naskah film.

Sukses Sebagai Film Thriller

Sejak kemunculan trailernya, film ini mampu mencuri banyak perhatian penonton. Night Bus memang bukanlah film bergenre thriller pertama di Indonesia, sebelumnya kita pasti tidak asing dengan Film Rumah Dara yang juga mengusung genre thriller. Namun karena jaranganya genre tersebut diangkat ke layar lebar oleh sineas tanah air, film ini terhitung berhasil dan mampu memukau penonton.

Film yang diproduseri oleh Darius Sinathrya dan Teuku Rifnu Wikana secara teknis sempat mengalami ketertundaan produksi. Hampir selama satu tahun Sbobet mereka menunggu untuk merilis film tersebut, baik sutradara maupun tim produksi memang ingin mematangkan konsepnya terlebih dahulu, karena ada beberapa adegan yang harus dibuat serapi mungkin. Kabarnya pula film ini dibuat dengan dana yang mepet, tapi jika melihat hasilnya kok rasanya tidak mungkin ya?

Untuk ide cerita, Night Bus memang terinspirasi dari kisah nyata yang pernah dituliskan oleh Teuku Rifnu Wikana. Namun karena ide cerita tersebut berasal dari isu yang sangat sensitif, mereka memutuskan untuk menyamarkan nama tempat, nama orang, tanggal kejadian dan sedikit jalan ceritanya. Hal ini mereka lakukan untuk mengurangi efek trauma, karena bisa saja yang nantinya menonton film Night Bus adalah mereka-mereka yang pernah terlibat atau melihat langsung peristiwa tersebut.

Proses pengambilan lokasi syuting mereka lakukan di dua lokasi, yaitu Jakarta dan Jawa Barat, tepatnya di Bumi Perkemahan Cibubur. Kesuksesan film ini tidak terlepas dari sederet nama aktor papan atas, antara lain, Lukman Sardi, Tio Pakusodewo, Donny Alamsyah, dan Teuku Rifnu Wikana. So, masih berani naik bis malam-malam?